Selasa, 22 Mei 2012

AKU SELALU MENGENANGMU, SETIAP ADA WAKTU Aku selalu mengenangmu setiap ada waktu Seperti malam malam yang menikam sunyi Embun dan kabut menyileti sepi Bagaikan hujan deras yang menggigilkan rembulan Yang tersembunyi dibalik awan Begitu manis jalinan asmara yang pernah direguk Dulu saat purnama di musim semi Masihkah kau ingat, wahai kekasih Saat kita menjalin cinta Menyulam benang benang asmara Memadu gebar gelora yang membuncah di dalam dada merajut kasih asmara sepenuh rasa Begitu indah mempesona, membahana di relung jiwa Aku bahagia , dan kau juga bahagia Walau hanya sekejap saja bersemi dalam hidup kita dunia mengelopak kan bunga bunga Mengembang dan merekah di dalam jambangan cinta Kupu kupu melahirkan warna Kumbang kumbang terbang di taman senja Walau kini engkau jauh dimata, di ujung dunia Debar nya masih terasa, rindu kadang kadang menggoda Untuk memanggilmu bersua, walau itu hanya untuk sekejap saja Kini, aku tak tau rimbamu dimana Walau aku tau engkau ada dimana, seakan sulit untuk merajut cerita seketika rindu itu bicara Degup jantung semakin kencang kuraba Desah nafasmu masih hangat kurasa Lembut manjamu itu, oh ,masih mengiang ngiang ditelinga Debarku makin membuncah , hingga akupun larut dalam suasana debar asmara ……. Kaci……an deh….lhooooo….!!! .-@@@= Aku Mengenangmu Seperti Dulu Aku mengenangmu seperti dahulu saat dengan motormu, kau berhenti di tepi sebuah jalan di padatnya perkotaan dan bertanya "Mau pulang? Kemana? Aduh jalannya muter, aku ga bisa anter Maaf ya, hati-hati" Aku mengingatmu seperti pagi itu Kau bertanya di jendela "Ada guru ga? Kel, aku nitip tas" dengan meninggalkan tas mu padaku, dan seperti biasa, kau menyelinap masuk dalam kelas Aku terus mengenangmu seperti waktu itu duduk berdua disudut kanan ruangan saling bercengkrama, bertukar cerita mencontek, dan bekerja sama Aku mengingatmu seperti dulu, saat tanganku memegang erat pergelangan tanganmu mengingatkanmu untuk tidak menyerah, terus berjuang aku bersamamu memperjuangkannya Aku takkan pernah lupa saat aku dekat denganmu bukan secara fisik hanya melalui pesan singkat aku selalu ingat puisi sahabat yang kau buat untukku Aku tahu, aku tak berharga untukmu Kau bahkan tak pernah memanggil namaku Kau bilang aku sahabat, tetapi tegur sapa pun tak pernah kita lakukan yang harus kau tahu, Aku selalu mengenangmu seperti dulu saat pertama kita bertemu saat kita berjuang bersama saat kita mengirimkan pesan singkat, tatapan bencimu saat terjadi kontak mata Aku mengingat semuanya, setiap detail yang terjadi diantara kita Aku mengingatmu seperti dulu +####= Aku Slalu Akan Mengenang mu Sahabat Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang Berkilau di pandang orang Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi Janganlah seperti asap Yang mengangkat diri tinggi di langit Padahal dirinya rendah-hina Seperti tak percaya aku mendengar kabar itu: kau sudah pergi untuk selamanya. Dan kenangan demi kenangan berkelebat cepat di benakku, menyisakan satu nama: ……………………. Kita memang tak banyak bertemu, tak banyak bercakap. Tapi percayakah kau, aku menjadikanmu salah satu teladan diri. Kau menjelma salah satu sosok yang kucinta. Tahukah kau, hampir tak ada tulisanmu yang tak kubaca? Dan setelah membacanya selalu ada sinar yang menyelusup menerangi kalbu dan pikiranku. Tidak sampai di situ, buku-bukumu selalu membuatku bergerak. Ya, bergerak! Kau mungkin tak ingat tentang senja itu. Tapi aku tak akan pernah melupakannya. Saat itu kau baru saja pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanmu. Aku dan seorang teman menunggumu. Kami membutuhkanmu untuk memberi masukan terhadap apa yang tengah kami kerjakan. Tanpa istirahat terlebih dahulu, dengan senyuman dan kebersahajaan yang khas, kau menemui kami. Tak kau perlihatkan bahwa kau sedang tak sehat. Bahkan kau bawa sendiri makanan dan minuman untuk kami. Dengan riang kau menyemangati kami. “Ini kebaikan yang luar biasa,” katamu. “Bismillah. Berjuanglah dengan pena-pena itu!” Lalu kami mengundangmu untuk hadir pada acara milad organisasi kecil kami. Sekadar menyampaikan undangan, dan tak terlalu berharap kau datang, karena kami tahu kau sangat sibuk dengan begitu banyak persoalan ummat. Hari itu, bulan Juli 2002, milad ke 5 organisasi kami: Forum Lingkar Pena. Semua panitia direpotkan oleh banyak hal yang harus dikerjakan. Aku masih sempat bertanya pada panitia: “Adakah yang menjemput Pak Taufiq Ismail dan Pak Rahmat Abdullah?” Panitia menggeleng. Banyak yang harus dikerjakan. Tak ada mobil atau tenaga untuk menjemput. Sudahlah, pikirku. Pak Taufiq dan Pak Rahmat terlalu besar untuk hadir di acara seperti ini. Aku hampir melompat ketika melihat Pak Taufiq Ismail datang sendirian dengan taksi dan menyapa kami riang. Dan aku tak percaya ketika tak lama kemudian kau muncul! “Ustadz, terimakasih sudah datang. Kami tidak menyangka…,” sambutku. Kau tersenyum. “Saya sudah agendakan untuk datang,” katamu. “Ini acara FLP. Istimewa.” Mataku berkaca. Ini ustadz Rahmat Abdullah, ia terbiasa diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara nasional sampai internasional. Dan kini ia sudi hadir sebagai undangan biasa! “Maaf ustadz tidak dijemput. Ustadz naik apa tadi?” Naik bis. Tempatnya mudah dicari,” katamu biasa. Kau sempat turut memberikan award dalam acara tersebut dan memimpin doa penutup. Aku menangis mendengar doa yang kau lantunkan, Ustadz. Kau berulangkali mendoakan agar organisasi kami: FLP selalu bisa melahirkan para pemuda yang tak akan berhenti berjuang dengan pena…. Pada akhir acara, kau turut berjongkok bersama para pemuda lainnya dan menandatangani spanduk yang kami gelar bertuliskan “Sastra untuk Kemanusiaan.” “Saya mencintai sastra dan suka membuat puisi,” ceritamu. Hari itu kehadiranmu benar-benar memberi semangat baru bagi kami. Ustadz, aku selalu mengenangmu sebagai suami dan ayah yang baik dalam keluarga. Sebagai guru sejati bagi ribuan da’i. Dan ketika kau terpilih menjadi anggota DPR RI tahun 2004 lalu, tak ada yang berubah darimu, kecuali usaha yang lebih keras untuk membuat rakyat tersenyum. Dalam keadaanmu yang sederhana, kau tak berhenti memberi zakat dan infaq dari gajimu. Kau satu dari sedikit orang yang pernah kutemui, yang sangat berhati-hati dengan amanah dan berjuang untuk menunaikannya tanpa cacat. Ah, pernahkah kau meminta tarif untuk mengisi ceramah? Tak ada. Kau bahkan pernah berkata: “Alhamdulillah ada lagi orang yang mau mendengarkan taushiyah dari hamba Allah yang lemah ini.” Terakhir kali kita bertemu, Ustadz, di sebuah jalan raya, sekitar akhir tahun lalu. Dan aku tak percaya, kau—anggota dewan yang terhormat— masih saja menyetop kopaja. Kini dalam usia 53 tahun, kau pun kembali untuk selamanya. Ribuan orang, tak terhingga orang, datang mengiringi untuk terakhir kali, sambil tak henti bersaksi tentang keindahanmu. Selamat jalan, Ustadz. Jalan kebaikan dan cinta yang selalu kau tempuh di dunia, semoga mengantarkanmu ke gerbang yang paling indah di sisiNya. Amiin. +@@@= Aku Slalu Bahagia Saat Hujan Turun Karena Aku Dapat Mengenangmu Sendiri Rinai hujan basahi aku temani sepi yang mengendap kala aku mengingatmu dan semua saat manis itu Segalanya seperti mimpi kujalani hidup sendiri andai waktu berganti aku tetap tak'kan berubah Aku selalu bahagia saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri.. Selalu ada cerita tersimpan di hatiku tentang kau dan hujan tentang cinta kita yang mengalir seperti air Aku selalu bahagia saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri.... Aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini untukku ... Asyiiiiik…… lah..!!! Izinkan Aku Mengenang Mu Kau yang dulu ada,, Kau yang selalu ku cinta,, Pergi tinggalkan semua Dalam kepahitan,, Apa dosaku padamu.. Hingga kau buat hatiku membisu.. Seribu bahasa tak ada yang mampu.,. Ungkapkan sakit yang pilu.. Kini ku mengerti kan semua yang ada.. Takdir tak menyatukan kita,, Cinta kita tak selalu bersama… Maafkan semua yang dulu kulakukan.. Izinkan aku mengenangmu.. Dalam relung dan sukmaku.. Memaksa tak bisa melupakanmu.. Yang terlanjur mencintaimu.,.. Izinkan aku mengenangmu.. Walau kau kan kelak lupakanku.. biarlah kau kutulis kau dalam lembaranku.. Sebagai cinta terindahku…. Waaaaw apa iya tu…… lebay kali…. Heeee… = ### = Diam-diam Mencintai Aku jalani hidup sendiri tanpa adanya dirimu Ku tak mampu berkata dikejauhanmu Bahwa diam2 aku membalas cintamu Meski aku tak tau seperti apa kau sekarang disana Namun ku berharap Engkau akan selalu mencintaiku Engkau akan menjadi yang terbaik bagiku = @@@ = Ketiadaan Mu Mengapa kau pergi Saat aku mulai menyayangi ….. Saat aku ingin dimiliki …. Mengapa engkau pergi Saat rindu bernyanyi Dan mengiringi hati yang mencintai Mengapa baru kau ucap Ketidak kembalianmu Setelah lama diri ini menunggu kembalimu Mengulang saat kau duduk di sisiku Kau kecup pipiku Kau ucap,kau sayang aku,kau cinta aku Lebay… dah basiiii… =@@@= Aku Mau Kau Kembali Jika ada satu kesempatan Ku ingin kembali ke masa itu Mencoba melangkah Melewati hari dengan tawa Kuingin kau tetap disini Menemaniku setiap waktu Ku ingin bisa habiskan lebih banyak hari denganmu Aku ingin slalu ada tangan yang siap mengandengku Suatu tempat yang slalu siap menjadi sandaranku saatku lelah Tempat berbagi cerita tentang kisah sehari-hari Dari hal biasa hingga yang luar biasa Ketika ku menangis, kau bisa menenangkanku Ketika ku tertawa, kau bisa tersenyum bahagia bersamaku Alunan lagu dalam hatiku belum berhenti Lagu rindu itu masih bergema di hati Denting irama kasih itu masih terus berlanjut Mencoba menyapa sisi hatimu disana Mencoba memanggilmu kembali ke hatiku Tidakkah kau lihat aku?? Tidakkah kau dengar lagu hatiku?? Kau pernah bilang.. Ketika kurindu..ku bisa memanggil namamu.. Hatiku terus memanggil namamu.. Bahkan sudah menjerit, berteriak.. Tak dengarkah kau?? Mengapa kau tak menoleh?? Lihatlah aku..dengar panggilanku… Berlarilah ke arahku.. Genggam tanganku.. Rangkul aku.. Hapus air mataku.. Biar kita bisa melangkah bersama.. Biar kita bisa menulis kisah bersama… Biar kita bisa melantunkan lagu bersama… Biar melodi indah itu kembali tercipta, tersiar.. Hingga semuanya tahu.. Bahwa kau dan aku ada Bahwa kita adalah satu.. Cuek ajeh deeeh…..!!! = ### = Bukan Aku Tak Bisa Maaf jika ku tak bisa mencintaimu Seperti yang ka mau, Tapi bukan ku tak bisa mencintaimu Dengan segenap kemampuanku Maaf jika ku tak bisa menjadi seperti yang kau mau Semua karena ku takut kehilanganmu Maaf jika ku terlalu egis bagimu Yang kau anggap,ku tak mampu mengertimu Itu semua karena cintaku yang teramat besar untukmu, Yang tak mampu ku tunjukkan Atau diibaratkan dengan apapun Sory Deh !!! aku mules…. Heee.. Cahaya Bagiku Cahaya kecil itu sudah jauh disana Kini sudah mulai memudar Bingkai ku pun mulai kosong dan hampa Kenagan itu bagai sejarah di masa lalu Huh,, kata”yg tercipta untuk mu Memag tak semanis senyuman kalian Aku hanya bisa melepas semua yang perna di lewati, Huh,darah ku pun mngalir lembut bagaikan Butiran pasir di pantai yang merindukan hadiran mu Lepas….!! Tak bisaa ku lepas kalian, Kalian begitu berharga dalam nyawa ku, Kalian lah cahaya bagi ku Cahaya yang semakin jauh itu,, Cahaya yang selalu hiasi hari lalu,, Sahabat, Ikatan mu dan aku akan selamanya ada kan? Kita ini air kan,yang suatu hari nanti akan bertemu kembali Dalm wadah yang berbeda, Karna kita ……… = @@@ = Syukur Ku Kepada Allah Ya Allah yang Maha Kuasa lagi Bijaksana Berikan ku kasih karunia dalam hidup ku yang tulus Menjadi sahabat dalam hidup ku yang haus Buat ku lepas dari sang amarah iblis Berikan ku prisai dalam firman mu Dalam pedang iman kekuatan mu Mahkota dengan kuasa Zat mu Tubuh ku kau lindungi degan zat mu Ku tau ya Rabb ,aku hina Ku tau ya Allah, aku sudah berdosa Tapi Kau terus kasihi dan sayangi aku Huh,aku bodoh aku lupakan kasih mu Ya,,Rabb Yang Pengasih, ku tau kau sedih Ku tau Kau marah padaku Ku berdosa, langit pun tau itu Apa aku seorang yang pantas memohon kepada Mu? Aku berusaha menentang keinginan ku Tapi terlalu sering gagal Rabb, kenapa….? Kau menaruh ku di pundak mu Kau angkat ku saat ku jatuh,, Kau bawa ku kedalam dekapan hati mu Dan,kurasakan itu semua ….. Ku rasakan hadirat mu ya Rabb Tubuh ku gemetar,saat kau perbaharui hidup ku Ku menagis lepass,…… Kasih saying Mu tidak akan ku sia”kan Aku tidak akan mendustai mu lg ya Rabb Ku akan pulang,pulang ke rumah mu dengan Membawa iman cinta ku yang tulus Terlalu Manis Untuk Dibuang. Awal ku melihatmu begitu manis.. Begitu indah, dan ku ingin mengenalmu.. Ketika ku mengenalmu.. Yang tersirat dalam hatiku hanyalah ingin berbahagia bersamamu.. Saat sudah bersamamu semua terasa indah dan ku ingin melihatmu.. Sampai akhirku sanggup menyimpan rasa ini.. Genggam tangan indahmu.. Peluk hangatmu, dan lembutnya ucapanmu.. Ternyata itu hanyalah omong kosong.. Kau tak mencintaiku sepenuh yang ku mau.. Ku ingin lupakanmu tapi ku tak bisa, karna kau terlalu indah tuk di lupakan.. boleh aja…. dong asal serius ya…..!!! = ### = Cinta itu Hina cinta hanya suatu hal yg begitu menyedihkan bgi ku… aku bertanya pd hening nya malam.. mengapa cinta tak mampu menyapa hati ku yg sangat membutuh kan nya.. aku juga bertanya pada bintang yg selalu menertawa kan ku.. mengapa cinta begitu susah untuk orang yg hina seperti aku.. apa cinta hanya diciptakan untuk orang yg sempurna saja..? mereka tak mau menjawab ku.. hati ku sepi tanpa cinta dan hiasan dari seseorang.. hati ku menjerit tanpa ada yg mau mengerti.. == @@@ == Selamat Jalan Aku Mencintai mu aku terdiam sendiri di sini dalam bayangmu buat ku berlari mengejar awan sang bidadari ku tau kau sudah pergi, tinggal kan ku sendiri di sini dengan semua isi hati ini andai,, andai saja waktu tak berlalu mungkin, kau masih di sisiku sampai akirnya kau kan pergi,jauh, dan jauhh bagai mimpi dalam senyuman malaikat mu ku berharap ini mimpi,hanya mimpi ku yang palsu lari dalam dekapan detak jantung tubuh ku mimpi yang lari dari kenyatan yg pahit detik demi detik tak ku rasakan sakit karang batu pun hancur dengan air laut seperti ku yg sudah remuk dalam maut hey,bukan kah kita berjanji akan selalu ada di sini bersama melihat pelangi dan kenapa kau pergi tuhan,aku bahagia dengan nya belum api itu ku berikan padanya tapi kau sudah membawa nya sungguh aku merindukan nya selamat jalan yaa ,love you ^^ Pertanyaan Hati Puisi adalah dirimu yang membutakan mata.. sesaat sebelum aku ingin menatap pagi yang mengikat hati.. setelah hatiku terikat dengan ribuan hati yang menyerang malam-malamku.. masih terdiam dalam sujudku dan bertanyalah kaki-kaki pikiranku.. akankah hatimu berkata-kata sama dengan bibirmu berucap.. akankah pagimu jadi pagiku jika embun itu hanya ada di kakimu .. tanpa sadar aku menghakimi takdirku dengan pertanyaan.. lalu menghadiahi jalanku dengan jutaan tanda tanya.. bukankah hidupku cukup berwarna tanpa harus banyak berfikir..? atau mungkin nada-nada itu harus ku nyanyikan meski aku tlah berpasrah.. keraguan menghentak dadaku diam-diam.. disisi lain cinta adalah keyakinan yang tak tertutupi.. dan puisi ini memilih dirimu sebagai setengah dari keraguan untuk menjadi mahkotaku.. lalu memilih keyakinan sebagai jubahku.. dan tangan TUHAN sebagai sesuatu yang menyaksikan pikiranku yang masih bertanya atas perasaanmu yang sebenarnya…