"TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KENEGERI CHINA" "CARILAH ILMU MULAI DARI LAHIR SAMPAI KELOBANG LAHAT" TAPI...... JANGAN LUPA MENGAMALKANNYA "KARENA ILMU TANPA AMAL SEPERTI POHON TIDAK BERBUAH" (Artinya Tidak bermanfaatnya)!!!!!.
Selasa, 22 Mei 2012
AKU SELALU MENGENANGMU, SETIAP ADA WAKTU
Aku selalu mengenangmu setiap ada waktu
Seperti malam malam yang menikam sunyi
Embun dan kabut menyileti sepi
Bagaikan hujan deras yang menggigilkan rembulan
Yang tersembunyi dibalik awan
Begitu manis jalinan asmara yang pernah direguk
Dulu saat purnama di musim semi
Masihkah kau ingat, wahai kekasih
Saat kita menjalin cinta
Menyulam benang benang asmara
Memadu gebar gelora yang membuncah di dalam dada
merajut kasih asmara sepenuh rasa
Begitu indah mempesona, membahana di relung jiwa
Aku bahagia , dan kau juga bahagia
Walau hanya sekejap saja bersemi dalam hidup kita
dunia mengelopak kan bunga bunga
Mengembang dan merekah di dalam jambangan cinta
Kupu kupu melahirkan warna
Kumbang kumbang terbang di taman senja
Walau kini engkau jauh dimata, di ujung dunia
Debar nya masih terasa, rindu kadang kadang menggoda
Untuk memanggilmu bersua, walau itu hanya untuk sekejap saja
Kini, aku tak tau rimbamu dimana
Walau aku tau engkau ada dimana, seakan sulit untuk merajut cerita
seketika rindu itu bicara
Degup jantung semakin kencang kuraba
Desah nafasmu masih hangat kurasa
Lembut manjamu itu, oh ,masih mengiang ngiang ditelinga
Debarku makin membuncah , hingga akupun larut dalam suasana
debar asmara …….
Kaci……an deh….lhooooo….!!!
.-@@@=
Aku Mengenangmu Seperti Dulu
Aku mengenangmu seperti dahulu
saat dengan motormu, kau berhenti di tepi sebuah jalan
di padatnya perkotaan dan bertanya
"Mau pulang? Kemana?
Aduh jalannya muter, aku ga bisa anter
Maaf ya, hati-hati"
Aku mengingatmu seperti pagi itu
Kau bertanya di jendela
"Ada guru ga? Kel, aku nitip tas"
dengan meninggalkan tas mu padaku,
dan seperti biasa, kau menyelinap masuk dalam kelas
Aku terus mengenangmu seperti waktu itu
duduk berdua disudut kanan ruangan
saling bercengkrama, bertukar cerita
mencontek, dan bekerja sama
Aku mengingatmu seperti dulu,
saat tanganku memegang erat pergelangan tanganmu
mengingatkanmu untuk tidak menyerah, terus berjuang
aku bersamamu memperjuangkannya
Aku takkan pernah lupa saat aku dekat denganmu
bukan secara fisik
hanya melalui pesan singkat
aku selalu ingat puisi sahabat yang kau buat untukku
Aku tahu, aku tak berharga untukmu
Kau bahkan tak pernah memanggil namaku
Kau bilang aku sahabat,
tetapi tegur sapa pun tak pernah kita lakukan
yang harus kau tahu,
Aku selalu mengenangmu seperti dulu
saat pertama kita bertemu
saat kita berjuang bersama
saat kita mengirimkan pesan singkat,
tatapan bencimu
saat terjadi kontak mata
Aku mengingat semuanya,
setiap detail yang terjadi diantara kita
Aku mengingatmu seperti dulu
+####=
Aku Slalu Akan Mengenang mu Sahabat
Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
Seperti tak percaya aku mendengar kabar itu:
kau sudah pergi untuk selamanya.
Dan kenangan demi kenangan berkelebat cepat di benakku,
menyisakan satu nama: …………………….
Kita memang tak banyak bertemu, tak banyak bercakap.
Tapi percayakah kau, aku menjadikanmu salah satu teladan diri.
Kau menjelma salah satu sosok yang kucinta.
Tahukah kau, hampir tak ada tulisanmu yang tak kubaca?
Dan setelah membacanya selalu ada sinar
yang menyelusup menerangi kalbu dan pikiranku.
Tidak sampai di situ, buku-bukumu selalu membuatku bergerak. Ya, bergerak!
Kau mungkin tak ingat tentang senja itu.
Tapi aku tak akan pernah melupakannya.
Saat itu kau baru saja pulang dari rumah sakit
untuk memeriksakan kesehatanmu.
Aku dan seorang teman menunggumu.
Kami membutuhkanmu untuk memberi masukan terhadap apa yang tengah kami kerjakan.
Tanpa istirahat terlebih dahulu, dengan senyuman dan kebersahajaan yang khas, kau menemui kami. Tak kau perlihatkan bahwa kau sedang tak sehat.
Bahkan kau bawa sendiri makanan dan minuman untuk kami.
Dengan riang kau menyemangati kami.
“Ini kebaikan yang luar biasa,” katamu.
“Bismillah. Berjuanglah dengan pena-pena itu!”
Lalu kami mengundangmu untuk hadir pada acara milad organisasi kecil kami.
Sekadar menyampaikan undangan, dan tak terlalu berharap kau datang,
karena kami tahu kau sangat sibuk dengan begitu banyak persoalan ummat.
Hari itu, bulan Juli 2002, milad ke 5 organisasi kami: Forum Lingkar Pena. Semua panitia direpotkan oleh banyak hal yang harus dikerjakan. Aku masih sempat bertanya pada panitia: “Adakah yang menjemput Pak Taufiq Ismail dan Pak Rahmat Abdullah?”
Panitia menggeleng. Banyak yang harus dikerjakan. Tak ada mobil atau tenaga untuk menjemput.
Sudahlah, pikirku. Pak Taufiq dan Pak Rahmat terlalu besar untuk hadir di acara seperti ini.
Aku hampir melompat ketika melihat Pak Taufiq Ismail datang sendirian dengan taksi dan menyapa kami riang. Dan aku tak percaya ketika tak lama kemudian kau muncul!
“Ustadz, terimakasih sudah datang. Kami tidak menyangka…,” sambutku.
Kau tersenyum. “Saya sudah agendakan untuk datang,” katamu. “Ini acara FLP. Istimewa.”
Mataku berkaca. Ini ustadz Rahmat Abdullah, ia terbiasa diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara nasional sampai internasional. Dan kini ia sudi hadir sebagai undangan biasa!
“Maaf ustadz tidak dijemput. Ustadz naik apa tadi?”
Naik bis. Tempatnya mudah dicari,” katamu biasa.
Kau sempat turut memberikan award dalam acara tersebut dan memimpin doa penutup. Aku menangis mendengar doa yang kau lantunkan, Ustadz. Kau berulangkali mendoakan agar organisasi kami: FLP selalu bisa melahirkan para pemuda yang tak akan berhenti berjuang dengan pena….
Pada akhir acara, kau turut berjongkok bersama para pemuda lainnya dan menandatangani spanduk yang kami gelar bertuliskan “Sastra untuk Kemanusiaan.”
“Saya mencintai sastra dan suka membuat puisi,” ceritamu.
Hari itu kehadiranmu benar-benar memberi semangat baru bagi kami.
Ustadz, aku selalu mengenangmu sebagai suami dan ayah yang baik dalam keluarga. Sebagai guru sejati bagi ribuan da’i. Dan ketika kau terpilih menjadi anggota DPR RI tahun 2004 lalu, tak ada yang berubah darimu, kecuali usaha yang lebih keras untuk membuat rakyat tersenyum. Dalam keadaanmu yang sederhana, kau tak berhenti memberi zakat dan infaq dari gajimu. Kau satu dari sedikit orang yang pernah kutemui, yang sangat berhati-hati dengan amanah dan berjuang untuk menunaikannya tanpa cacat.
Ah, pernahkah kau meminta tarif untuk mengisi ceramah? Tak ada. Kau bahkan pernah berkata: “Alhamdulillah ada lagi orang yang mau mendengarkan taushiyah dari hamba Allah yang lemah ini.”
Terakhir kali kita bertemu, Ustadz, di sebuah jalan raya, sekitar akhir tahun lalu. Dan aku tak percaya, kau—anggota dewan yang terhormat— masih saja menyetop kopaja.
Kini dalam usia 53 tahun, kau pun kembali untuk selamanya. Ribuan orang, tak terhingga orang, datang mengiringi untuk terakhir kali, sambil tak henti bersaksi tentang keindahanmu.
Selamat jalan, Ustadz. Jalan kebaikan dan cinta yang selalu kau tempuh di dunia, semoga mengantarkanmu ke gerbang yang paling indah di sisiNya. Amiin.
+@@@=
Aku Slalu Bahagia Saat Hujan Turun
Karena Aku Dapat Mengenangmu Sendiri
Rinai hujan basahi aku
temani sepi yang mengendap
kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap tak'kan berubah
Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri..
Selalu ada cerita
tersimpan di hatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita
yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri....
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
karena hujan pernah menahanmu disini
untukku ...
Asyiiiiik…… lah..!!!
Izinkan Aku Mengenang Mu
Kau yang dulu ada,,
Kau yang selalu ku cinta,,
Pergi tinggalkan semua
Dalam kepahitan,,
Apa dosaku padamu..
Hingga kau buat hatiku membisu..
Seribu bahasa tak ada yang mampu.,.
Ungkapkan sakit yang pilu..
Kini ku mengerti kan semua yang ada..
Takdir tak menyatukan kita,,
Cinta kita tak selalu bersama…
Maafkan semua yang dulu kulakukan..
Izinkan aku mengenangmu..
Dalam relung dan sukmaku..
Memaksa tak bisa melupakanmu..
Yang terlanjur mencintaimu.,..
Izinkan aku mengenangmu..
Walau kau kan kelak lupakanku..
biarlah kau kutulis kau dalam lembaranku..
Sebagai cinta terindahku….
Waaaaw apa iya tu…… lebay kali…. Heeee…
= ### =
Diam-diam Mencintai
Aku jalani hidup sendiri tanpa adanya dirimu
Ku tak mampu berkata dikejauhanmu
Bahwa diam2 aku membalas cintamu
Meski aku tak tau seperti apa kau sekarang disana
Namun ku berharap
Engkau akan selalu mencintaiku
Engkau akan menjadi yang terbaik bagiku
= @@@ =
Ketiadaan Mu
Mengapa kau pergi
Saat aku mulai menyayangi …..
Saat aku ingin dimiliki ….
Mengapa engkau pergi
Saat rindu bernyanyi
Dan mengiringi hati yang mencintai
Mengapa baru kau ucap
Ketidak kembalianmu
Setelah lama diri ini menunggu kembalimu
Mengulang saat kau duduk di sisiku
Kau kecup pipiku
Kau ucap,kau sayang aku,kau cinta aku
Lebay… dah basiiii…
=@@@=
Aku Mau Kau Kembali
Jika ada satu kesempatan
Ku ingin kembali ke masa itu
Mencoba melangkah
Melewati hari dengan tawa
Kuingin kau tetap disini
Menemaniku setiap waktu
Ku ingin bisa habiskan lebih banyak hari denganmu
Aku ingin slalu ada tangan yang siap mengandengku
Suatu tempat yang slalu siap menjadi sandaranku saatku lelah
Tempat berbagi cerita tentang kisah sehari-hari
Dari hal biasa hingga yang luar biasa
Ketika ku menangis, kau bisa menenangkanku
Ketika ku tertawa, kau bisa tersenyum bahagia bersamaku
Alunan lagu dalam hatiku belum berhenti
Lagu rindu itu masih bergema di hati
Denting irama kasih itu masih terus berlanjut
Mencoba menyapa sisi hatimu disana
Mencoba memanggilmu kembali ke hatiku
Tidakkah kau lihat aku??
Tidakkah kau dengar lagu hatiku??
Kau pernah bilang..
Ketika kurindu..ku bisa memanggil namamu..
Hatiku terus memanggil namamu..
Bahkan sudah menjerit, berteriak..
Tak dengarkah kau??
Mengapa kau tak menoleh??
Lihatlah aku..dengar panggilanku…
Berlarilah ke arahku..
Genggam tanganku..
Rangkul aku..
Hapus air mataku..
Biar kita bisa melangkah bersama..
Biar kita bisa menulis kisah bersama…
Biar kita bisa melantunkan lagu bersama…
Biar melodi indah itu kembali tercipta, tersiar..
Hingga semuanya tahu..
Bahwa kau dan aku ada
Bahwa kita adalah satu..
Cuek ajeh deeeh…..!!!
= ### =
Bukan Aku Tak Bisa
Maaf jika ku tak bisa mencintaimu
Seperti yang ka mau,
Tapi bukan ku tak bisa mencintaimu
Dengan segenap kemampuanku
Maaf jika ku tak bisa menjadi seperti yang kau mau
Semua karena ku takut kehilanganmu
Maaf jika ku terlalu egis bagimu
Yang kau anggap,ku tak mampu mengertimu
Itu semua karena cintaku yang teramat besar untukmu,
Yang tak mampu ku tunjukkan
Atau diibaratkan dengan apapun
Sory Deh !!! aku mules…. Heee..
Cahaya Bagiku
Cahaya kecil itu sudah jauh disana
Kini sudah mulai memudar
Bingkai ku pun mulai kosong dan hampa
Kenagan itu bagai sejarah di masa lalu
Huh,, kata”yg tercipta untuk mu
Memag tak semanis senyuman kalian
Aku hanya bisa melepas semua yang perna di lewati,
Huh,darah ku pun mngalir lembut bagaikan
Butiran pasir di pantai yang merindukan hadiran mu
Lepas….!!
Tak bisaa ku lepas kalian,
Kalian begitu berharga dalam nyawa ku,
Kalian lah cahaya bagi ku
Cahaya yang semakin jauh itu,,
Cahaya yang selalu hiasi hari lalu,,
Sahabat,
Ikatan mu dan aku akan selamanya ada kan?
Kita ini air kan,yang suatu hari nanti akan bertemu kembali
Dalm wadah yang berbeda,
Karna kita ………
= @@@ =
Syukur Ku Kepada Allah
Ya Allah yang Maha Kuasa lagi Bijaksana
Berikan ku kasih karunia dalam hidup ku yang tulus
Menjadi sahabat dalam hidup ku yang haus
Buat ku lepas dari sang amarah iblis
Berikan ku prisai dalam firman mu
Dalam pedang iman kekuatan mu
Mahkota dengan kuasa Zat mu
Tubuh ku kau lindungi degan zat mu
Ku tau ya Rabb ,aku hina
Ku tau ya Allah, aku sudah berdosa
Tapi Kau terus kasihi dan sayangi aku
Huh,aku bodoh aku lupakan kasih mu
Ya,,Rabb Yang Pengasih, ku tau kau sedih
Ku tau Kau marah padaku
Ku berdosa, langit pun tau itu
Apa aku seorang yang pantas memohon kepada Mu?
Aku berusaha menentang keinginan ku
Tapi terlalu sering gagal Rabb, kenapa….?
Kau menaruh ku di pundak mu
Kau angkat ku saat ku jatuh,,
Kau bawa ku kedalam dekapan hati mu
Dan,kurasakan itu semua …..
Ku rasakan hadirat mu ya Rabb
Tubuh ku gemetar,saat kau perbaharui hidup ku
Ku menagis lepass,……
Kasih saying Mu tidak akan ku sia”kan
Aku tidak akan mendustai mu lg ya Rabb
Ku akan pulang,pulang ke rumah mu dengan
Membawa iman cinta ku yang tulus
Terlalu Manis Untuk Dibuang.
Awal ku melihatmu begitu manis..
Begitu indah, dan ku ingin mengenalmu..
Ketika ku mengenalmu..
Yang tersirat dalam hatiku hanyalah ingin berbahagia bersamamu..
Saat sudah bersamamu semua terasa indah dan ku ingin melihatmu..
Sampai akhirku sanggup menyimpan rasa ini..
Genggam tangan indahmu..
Peluk hangatmu, dan lembutnya ucapanmu..
Ternyata itu hanyalah omong kosong..
Kau tak mencintaiku sepenuh yang ku mau..
Ku ingin lupakanmu tapi ku tak bisa,
karna kau terlalu indah tuk di lupakan..
boleh aja…. dong asal serius ya…..!!!
= ### =
Cinta itu Hina
cinta hanya suatu hal yg begitu menyedihkan bgi ku…
aku bertanya pd hening nya malam..
mengapa cinta tak mampu menyapa hati ku yg sangat membutuh kan nya..
aku juga bertanya pada bintang yg selalu menertawa kan ku..
mengapa cinta begitu susah untuk orang yg hina seperti aku..
apa cinta hanya diciptakan untuk orang yg sempurna saja..?
mereka tak mau menjawab ku..
hati ku sepi tanpa cinta dan hiasan dari seseorang..
hati ku menjerit tanpa ada yg mau mengerti..
== @@@ ==
Selamat Jalan Aku Mencintai mu
aku terdiam sendiri di sini
dalam bayangmu buat ku berlari
mengejar awan sang bidadari
ku tau kau sudah pergi,
tinggal kan ku sendiri di sini
dengan semua isi hati ini
andai,, andai saja waktu tak berlalu
mungkin, kau masih di sisiku
sampai akirnya kau kan pergi,jauh, dan jauhh
bagai mimpi dalam senyuman malaikat mu
ku berharap ini mimpi,hanya mimpi ku yang palsu
lari dalam dekapan detak jantung tubuh ku
mimpi yang lari dari kenyatan yg pahit
detik demi detik tak ku rasakan sakit
karang batu pun hancur dengan air laut
seperti ku yg sudah remuk dalam maut
hey,bukan kah kita berjanji
akan selalu ada di sini
bersama melihat pelangi
dan kenapa kau pergi
tuhan,aku bahagia dengan nya
belum api itu ku berikan padanya
tapi kau sudah membawa nya
sungguh aku merindukan nya
selamat jalan yaa ,love you ^^
Pertanyaan Hati
Puisi adalah dirimu yang membutakan mata..
sesaat sebelum aku ingin menatap pagi yang mengikat hati..
setelah hatiku terikat dengan ribuan hati yang menyerang malam-malamku..
masih terdiam dalam sujudku dan bertanyalah kaki-kaki pikiranku..
akankah hatimu berkata-kata sama dengan bibirmu berucap..
akankah pagimu jadi pagiku jika embun itu hanya ada di kakimu
..
tanpa sadar aku menghakimi takdirku dengan pertanyaan..
lalu menghadiahi jalanku dengan jutaan tanda tanya..
bukankah hidupku cukup berwarna tanpa harus banyak berfikir..?
atau mungkin nada-nada itu harus ku nyanyikan meski aku tlah berpasrah..
keraguan menghentak dadaku diam-diam..
disisi lain cinta adalah keyakinan yang tak tertutupi..
dan puisi ini memilih dirimu sebagai setengah dari keraguan untuk menjadi mahkotaku..
lalu memilih keyakinan sebagai jubahku..
dan tangan TUHAN sebagai sesuatu yang menyaksikan pikiranku
yang masih bertanya atas perasaanmu yang sebenarnya…
Langganan:
Komentar (Atom)