Kasih Sayang Seorang Ibu dan Ayah
Tulisan ini aku buat sama sekali bukan karena hari ini hari kasih sayang, namun hanya untuk mengingatkan bagi temen temen yang mungkin lupa akan kasih sayang seorang ibu yang sangat sangat besar.
Hal ini terjadi dengan diriku 2 minggu yang lalu sewaktu Ibu terbaring di RS Telogorejo Semarang. Ibu harus opname disana sebab harus menjalani serangkaian test sebelum menuju meja operasi untuk proses pengangkatan kandungan. Ini disebabkan olleh pendarahan yang tidak pernah berhenti hamper selama 3 bulan. Sebenarnya gejala ini sudah dirasakan oleh ibu sejak 2 tahun yang lalu. Namun oleh dokter menyarankan agar didiamkan saja sebab biasanya akan berhenti sendiri pendarahannya.
Ternyata lambat laun pendarahan tersebut tidak mau berhenti malah bertambah parah, oleh sebab itu dokter kembali menyarankan untuk diangkat saja kandungannya. Akhirnya pada hari Minggu 4 February pukul 8 malam, proses operasi dimulai dan berakhir sekitar jam 11 malam..
Di saat inilah saya menyadari gambaran secara nyata bagaimana ibu kita “tersiksa” ketika melahirkan kita. Tepat pukul 12 malam Ibu kembali ke kamar, namun terus mengerang kesakitan perutnya setelah dioperasi. Dengan setengah sadar karena obati bius mau habis, ibu meminta dengan sangat untuk dikasi suntikan bius lagi karena bener-bener ga kuat dan ga tahan sakitnya. Kebayang dong gimana rasanya organ yang uda berada di dalam perut selama berpuluh-puluh tahun dikeluarin dari sana?? Namun dokter anastesi mengatakan bahwa ibu baru boleh diberi obat bius lagi setelah jam 1 malam karena menunggu hasil tekanan darahnya memungkinkan atau tidak ( Ibu juga menderita darah tinggi)
Dengan mataku sendiri aku melihat betapa menderitanya ibu menahan rasa sakit selama 1 jam menunggu diberi suntikan obat bius setelah dioperasi, yang aku kira itulah saat dimana waktu berjalan begitu lambat.
Disini saya mengajak temen-temen yang mungkin uda lupa dengan makna kasih sayang sebenarnya, karena mungkin kita sehari-hari sering lupa akan kasih sayang yang telah diberikan oleh Ibu dan Ayah kita sedari kita masih dikandungan sampe sekarang terus memberikan kasih sayang nya secara tulus tanpa mengharap suatu imbalan apapun namun kita tetap saja memarahi, mengucapkan kata2 yang tak pantas, atau apapun yang sekiranya dapat membuat mereka sakit hati, hilangkanlah semua sikap kita yang mungkin tidak sadar dapat membuat mereka sakit hati.
Saya pun demikian, sering mengeluh ketika ada suatu hal yang dilakukan kedua orang tua yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapakan. Namun setelah peristiwa tersebut, saya mulai belajar bahwa perilaku tersebut sangatlah tidak menghargai jerih payah dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini. Dan saya mulai sedikit demi sedikit untuk menghilangkan hal hal tersebut.
Ini hanyalah sebuah curahan hati atas apa yang terjadi dengan saya, dan semoga bagi yang membacanya dapat menjadikan lebih baik untuk selanjutnya…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar